Denah gereja berbenteng, dengan legenda berbahasa Inggris yang mewarnai tahap pembangunan abad ke-4, ke-9, dan ke-12.
Denah ini menunjukkan halaman masuk, nave berlorong, dan serambi biara, dengan legenda yang membedakan tahap pembangunan dari abad keempat, kesembilan, dan kedua belas. Ini membantu menjelaskan mengapa gereja itu memiliki denah dasar berundak yang tidak biasa.
